Friday, September 22, 2017
Home > Investasi > Sertifikat Deposito, Investasi Resiko Rendah yang Bisa Dicairkan Siapa Saja!

Sertifikat Deposito, Investasi Resiko Rendah yang Bisa Dicairkan Siapa Saja!

sertifikat deposito

Keamanan finansial seseorang tak selalu bisa diprediksi. Anda yang saat ini memiliki cukup uang dan bisa menikmati kehidupan kelas menengah bisa saja tiba-tiba kehilangan sumber pendapatan maupun mengalami sesuatu yang membuat Anda harus mengeluarkan dana banyak. Di saat seperti inilah, Anda akan bersyukur jika Anda sudah merencanakan keuangan Anda dengan melakukan investasi keuangan. Salah satunya adalah dengan Sertifikat Deposito alias SD.

Tahukah Anda tentang Sertifikat Deposito ? Sertifikat ini harus Anda bedakan dengan deposito biasa, karena meskipun namanya serupa, tapi kedua hal ini tak sama. Berikut pengertian dari SD untuk memudahkan Anda mengerti:

  • SD secara formalnya memiliki definisi sebagai instrumen pasar keuangan yang memiliki durasi singkat, dan dikeluarkan oleh bank atau lembaga keuangan dengan nominal yang sudah ditentukan sebagai surat atas tunjuk.
  • Secara sederhananya, SD adalah sejenis surat berharga di pasar uang yang memiliki nilai nominal tertentu. Nominal yang tercantum di SD ini bisa diperjualbelikan agar Anda mendapatkan uang tunai.
  • Sedangkan pengertian atas tunjuk memiliki pengertian bahwa siapa pun yang memegang SD ini bisa mencairkan dananya saat jatuh tempo dan bisa menjualnya ke orang lain. Jadi surat ini tidaklah berdasarkan atas nama seseorang.
  • SD punya jangka waktu penempatan mulai 1 hingga 12 bulan. Nominalnya juga bervariasi, dengan yang terendah adalah Rp1 juta, dan tertinggi mencapai Rp5 milyar.

Apa bedanya Sertifikat Deposito dengan deposito maupun dengan tabungan? Perhatikan ini:

  1. Bedanya dengan tabungan
  • SD tak bisa digunakan sebagai ganti uang karena pemilik rekening tak bisa menarik uangnya sebelum saat jatuh tempo.
  • Jika pemegang SD menarik uang sebelum saatnya, akan ada denda yang cukup banyak.
  • Punya tanggal jatuh tempo yang tetap, dan bisa diperpanjang.
  1. Bedanya dengan deposito
  • Suku bunga deposito dibayar saat sedang jatuh tempo, tapi SD suku bunganya dihitung dan kemudian dibayar di muka.
  • Meski bisa diperpanjang, SD tidak bisa diperpanjang otomatis dan harus melalui konfirmasi ke bank dahulu.
  • Nama pemegang SD tidak penting karena sesuai dengan sifatnya yang atas tunjuk. Jadi yang memegang yang akan mendapatkan dana.

Melihat definisi dan perbedaannya tersebut, maka bisa dipastikan akan ada kelebihan dan kekurangan dari SD ini. Mari lihat dulu apa saja yang menjadi kelebihannya:

  • Bisa langsung investasi bunga SD untuk bisnis lainnya karena bunganya sudah dihitung di muka.
  • Suku bunganya lebih tinggi, sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan lebih besar.
  • Anda bisa menjualnya ke pihak lain jika diperlukan, memberikannya ke anggota keluarga untuk hadiah atau ketika diperlukan, atau pun sebagai jaminan investasi/kredit.

Meskipun demikian, bentuk dari SD ini juga memiliki kekurangannya sendiri. misalnya:

  • Anda akan terkena penalti atau denda jika mencairkan lebih awal atau tidak sesuai kesepakatan.
  • Anda bisa dengan mudah kehilangan simpanan jika SD tak disimpan dengan baik, karena siapa pun bisa mencairkannya selama dia memegang surat tersebut.

Jadi, jika Anda ingin investasi yang relatif low risk dan memberikan keuntungan yang relatif tinggi, dengan penggunaan cukup fleksibel, maka Sertifikat Deposito bisa menjadi pilihan. Tapi Anda juga harus menjaganya dengan baik dan menyimpannya di tempat aman sehingga tak ada orang yang bisa seenaknya mengambilnya. Jika ternyata ada yang mengambil, maka mau tak mau Anda harus melapor ke bank untuk melakukan pemblokiran.